HKRI

HALAMAN KEPULAUAN RIAU INDONESIA

Latest Post

Landasan Pacu Bandara Udara Letung Pulau Jemaja Anambas

HALAMANKEPRI: Bandar Udara Letung adalah bandar udara yang terletak di pulau Jemaja kabupaten Anambas provinsi Kepulauan Riau Indonesia (KEPRI). Kabupaten Kepulauan Anambas adalah daerah kepulauan, lebih kurang terdapat 255 pulau di kabupaten Anambas dengan ibukota kabupaten berada di Tarempa Pulau Siantan. Jarak tempuh antara kota Tarempa di Pulau Siantan dengan lokasi Bandar Udara Letung di Pulau Jemaja sekitar 2 jam perjalananan laut. Wilayah ini berada di Laut China Selatan yang berbatasan dengan Malaysia, Vietnam dan Thailand.

Bandara Udara Letung yang terletak di alamat desa Bukit Padi pulau Jemaja di bangun pada tahun 2014, bandara ini mempunyai panjang landasan 1.430 meter untuk selanjutnya di proyeksikan hingga 1.650.  dan sudah mulai di operasikan pada 22 November 2016. Penerbangan  perdana dengan menggunakan pesawat Dornier 228 oleh maskapai Susi Air. Saat ini Susi Air masih melakukan penerbangan perintis satu kali per minggu pada hari Jumat. Selain itu, landasan pacu bandara juga telah berhasil di ujicoba untuk operasional pesawat Kingair Beechcraft pada tanggal 11 Februari 2017 dan pesawat Cessna Grand Caravan tanggal  17 Februari lalu.

Pesawat Susi Air Saat Mendarat di Bandara Udara Letung Pulau Jemaja

Bapak Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris menyampaikan Bandara Letung akan sangat membantu mendorong perekonomian Anambas, utamanya di sektor pariwisata. Salah satu destinasi wisata yang potensial berkembang adalah Pulau Bawah. Di pulau tersebut, telah dikembangkan resort dengan fasilitas yang sangat memadai. "Kami juga akan mengembangkan wilayah lain di sekitarnya, sehingga Anambas akan menjadi tujuan wisata dengan  akses transportasi yang mudah, "jelas bupati.

Saat ini Bandara Letung pulau Jemaja juga sudah di lengkapi pasilitas seperti: gedung terminal, gedung administrasi, klinik kesehatan, ruang operasi, Pertolongan Kecelakaan Penerbangan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), gedung kelistrikan, ground support equipment dan gedung VIP.

Bandar Udara Letung Airport Pulau Jemaja

Kehadiran Bandar Udara Letung Airport Anambas di pulau Jemaja merupakan bentuk perwujudan nyata dari pemerintah bagi masyarakat daerah terluar di Indonesia, membuka keterisolasian masyarakat di wilayah kepulauan, menjaga pertahanan dan keamanan NKRI, membuka perekonomian dan fungsi kemanusiaan. Di wilayah Kabupaten Anambas saat ini telah memiliki dua lokasi Airport/bandara Udara yang terletak di Pulau Jemaja dan Pulau Matak.

Sekian yang dapat Halamankepri sampaikan semoga artikel ini dapat memberi manfaat sebanyak banyaknya untuk pengetahuan kita bersama. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu Artikel ini.

(tag # bandar jemajaisland letung island anambas airport bandara udara)


Pulau Mensemut Eksotis Island KEPRI


HALAMANKEPRI. Letak geografis Pulau Mensemut yang paling selatan di Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau Indonesia ini memang agak sulit di jangkau, dari Pulau Pena’ah memakan waktu satu hingga dua jam perjalanan menggunakan pompong.  ketika musim selatan, pulau ini sulit di jangkau akibat angin yang kencang.

Pemukiman warga di pulau Mensemut yang berbatasan langsung dengan Selat Karimata dan Laut Cina Selatan ini, sedikitnya di diami tujuh belas kepala keluarga (KK) Suku Laut yang rata-rata sudah memeluk agama Islam. Meski terkenal rawan bencana dan jauh dari desa induk, warga yang telah hidup turun menurun di pulau Mensemut enggan pindah ke pulau lain yang lebih aman. Ketergantungan akan alam dan hasil laut yang melimpah menjadi alasan warga pulau mensemut.

Kabupaten Lingga adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kabupaten Lingga yang beribu kota di Daik Lingga dibentuk menjadi sebuah kabupaten sesuai dengan Undang-undang RI Nomor. 31 tanggal 18 Desember 2003 terletak dibagian timur Provinsi Kepulauan Riau memiliki letak geografis sangat strategis. Wilayah Lingga berupa gugusan kepulauan yang berjajar di Laut Cina Selatan. Menurut catatan, kabupaten ini memiliki 377 pulau, dengan Pulau Lingga dan Singkep sebagai pulau terbesar. Wilayah ini dibatasi oleh Laut Bangka dan Selat Berhala di bagian selatan, Batam di utara serta Laut Cina Selatan di sisi utara dan timur.


NAMA PULAU-PULAU DI KECAMATAN SENAYANG KABUPATEN LINGGA KEPRI

Kelurahan Senayang : Pulau Senayang, Pulau Sebangka, Pulau Gelombang, Pulau Kentar, Pulau Pena'ah, Pulau Kojong, Pulau Buluh, Pulau Mensemut, Pulau Ujung Beting, Pulau Pongok, Pulau Konki Kecil, Pulau Hantu, Pulau Bakom, Pulau Barok, Pulau Baseng, Pulau Empoh, Pulau Pena'ah Kecil, Pulau Konki Besar, Pulau Berdua, Pulau Belading, Pulau Seranggong, Pulau Alut, Pulau Selade, Pulau Malang Hitam, Pulau Mutus, Pulau Lutung, Pulau Ela Besar, Pulau Ela Kecil, Pulau Berang, Pulau Bereh, Pulau Burung, Pulau Langgu, Pulau Bakau, Pulau candur, Pulau Beringin, Pulau Kapas, Pulau Labuh, Pulau Akat, Pulau Kapal, Pulau Lintang

Desa Pulau Medang : Pulau Medang, Pulau Duyung, Pulau Bereh, Pulau Mensanak, Pulau Dua, Pulau Bukit, Pulau Air Kulah , Pulau Baru, Pulau Nopong,
Pulau Benan, Pulau Selanggas, Pulau Katang Lingga, Pulau Alur, Pulau Titampan (Malang Jaya), Pulau Canggo, Pulau Paku Besar, Pulau Paku Kecil, Pulau Paku Terus, Pulau Bansa, Pulau Air Sunda, Pulau Dalek Darat, Pulau Dalek Laut, Pulau Lapah, Pulau Dua Besar, Pulau Lakau , Pulau Merodong, Pulau Kuyu, Pulau Nyamuk, Pulau Salamanang, Pulau Dasi, Pulau Titampan

Desa Rejai : Pulau Rejai, Pulau Baran, Pulau Resun, Pulau Sebung, Pulau Kalan Kecil, Pulau Kalan Besar, Pulau buyu Besar, Pulau Buyu Kecil, Pulau Busung, Pulau Gamat, Pulau Kelit, Pulau Sambau, Pulau Pauh, Pulau Beria Darat, Pulau Beria Laut, Pulau Matung, Pulau Bejolok, Pulau Tapa, Pulau Labuh, Pulau Air, Pulau Tigi, Pulau Betok, Pulau Burung, Pulau Semakau, Pulau Panjang Besar, Pulau Air Raja, Pulau Tetik, Pulau Panjang Kecil, Pulau Setumi, Pulau Korok, Pulau Air Mesi, Pulau Jelutung Tinggi, Pulau Payung, Pulau Samak, Pulau Punai, Pulau Yaul, Pulau Likung, Pulau Monong, Pulau Mengkuning, Pulau Ujung Lapang

Desa Temiang : Pulau Tajur Biru, Pulau Temiang, Pulau Teban, Pulau Tanjung Ambat, Pulau Pasir Gagah, Pulau Tekoli, Pulau Limas, Pulau Ujung Kebat, Pulau Tukil, Pulau Selat Pintu, Pulau Semu, Pulau Tujuh, Pulau Jambu Air, Pulau Labuh, Pulau Pompong, Pulau selat Pintu, Pulau Tekeras, Pulau Kibun, Pulau Lekuk Pagar, Pulau Sungai Husin, Pulau Bengku, Pulau Seranggung, Pulau Saga, Pulau Kesam, Pulau Empuh, Pulau Betelor, Pulau Buaya, Pulau Lintang, Pulau Ujung Batang, Pulau Terayun, Pulau Unggul, Pulau Lengkau, Pulau Peridi, Pulau Tinjol, Pulau Rekon, Pulau Remang, Pulau Seli, Pulau Betelor K, Pulau Pangal, Pulau Adu. Pulau Layang, Pulau Uang, Pulau Riding, Pulau Hantu, Pulau Belang, Pulau Paku, Pulau Sumsung, Pulau Basing, Pulau Bakau, Pulau Balung, Pulau Temu, Pulau Penah , Pulau Maru, Pulau Siapi, Pulau Kruing.

Desa Mamut : Pulau Mamut, Pulau Tanjung Lipat, Pulau Ujung Kayu, Pulau Kerakap, Pulau Air Batu, Pulau Linau, Pulau Manik, Pulau Pasir Putih, Pulau Mengkajang, Pulau Tanjung Kelit, Pulau Secawar Darat, Pulau Secawar laut, Pulau Petai, Pulau Mentutu, Pulau Sadeng, Pulau Bedarah, Pulau Bonat, Pulau Malang Cahaya, Pulau Ujung Buli, Pulau Perpat Sebatang, Pulau Teras, Pulau Potot, Pulau Bugai Besar, Pulau Bugai Kecil, Pulau Barang, Pulau Gego, Pulau Tapai, Pulau Pengalang, Pulau Malim Pasang, Pulau Seranggung, Pulau Suak Ratai, Pulau Nekdol, Pulau Selat Mane, Pulau Banden, Pulau Limpan, Pulau Ulak Peruh, Pulau Laya, Pulau Batu Belaya, Pulau Teraling, Pulau Seriat.

Desa Pasir Panjang : Pulau Cempa, Pulau Bakong ( Tukul ), Pulau Mabung, Pulau Berjung, Pulau Batu Belobang, Pulau Bakong Besar, Pulau Bakong Kecil, Pulau Pelanduk Besar, Pulau Pelanduk Kecil, Pulau Seraya, Pulau Kerti, Pulau Cekeres, Pulau Cebenam, Pulau Bulat, Pulau Biola, Pulau Boden, Pulau Hantu, Pulau Gelombang, Pulau Buaya, Pulau Sekeling, Pulau Jata, Pulau Turka.



Berlibur ke sebuah pulau yang sepi penghuni merupakan salah satu yang bisa dilakukan untuk melepas kejenuhan. Kepulaun Riau (KEPRI) merupakan salah satu Provinsi yang ada di Indonesia. Banyak sekali Pulau-pulau dengan pantai yang eksotis di Provinsi Kepulauan Riau, ini. Mulai dari Pulau pulau besar hingga pulau dengan ukuran yang kecil. Mulai dari pulau dengan Penduduk masyarakat yang banyak hingga pulau kosong tanpa seorang penduduk.

Pulau Mapur adalah salah satu pulau di Provinsi Kepulauan Riau, tepatnya berada di Kecamatan Bintan Pesisir Kabupaten Bintan. Kira-kira berjarak sekitar  23 km dari Kota Tanjung Pinang di Pulau Bintan kabupaten Provinsi Kepulauan Riau Indonesia (KEPRI).




Secara administrativ Pulau Mapur berada dalam kawasan Desa Mapur yang memiliki Luas daratan di perkirakan sekitar 44 Km2, sedangkan  luas lautan sekitar kurang lebih 442 Km2. Berdasarkan data kependudukan Desa Mapur terdapat 13 Pulau yang menjadi bagian administrativ Desa Mapur, sebelas Pulau diataranya masih kosong alias tidak berpenghuni seperti: pulau air, pulau jeraha, pulau gego, pulau bayan , pulau putang, pulau busung dallas, pulau busung teba, pulau melibun, pulau sentut, pulau larang, pulau ledang, dan dua pulau berpenghuni diantaranya Pulau Merapas dan Pulau Mapur.


Pulau Mapur dengan pulau pulau di sekitanya ini menyimpan segudang panorama alam yang sangat indah. Sepanjang pesisir pantai pulau Mapur kita akan di suguhkan pada gugusan bebatuan yang kokoh dan pantai yang bersih. Keindahan pantai di Pulau Mapur tidak kalah indahnya dengan pantai lainnya. Pasir pantai yang begitu lembut dan lingkungannya yang bersih membuat pengunjung tertarik untuk datang ke pantai untuk beristirahat atau bersantai.


Panorama alam bawah laut yang elok di sekitar Pulau Mapur sudah sejak lama menyedot perhatian wisatawan, terutama bagi para Snorkeling and Scuba Diving. Tak heran kalau di waktu-waktu tertentu, perairan Mapur dan sekitarnya banyak dikunjungi turis asing. Wisatawan luar negeri dari resort resort di daerah trikora Pulau Bintan kerab ditawarkan  paket wisata  diving, snorkeling atau memancing di sekitaran perairan pulau Mapur,


Sekitar tahun 90an saja di Pulau Mapur ini sudah tersedia fasilitas penginapan yaitu sebuah resort yang bernama Batuta Resort yang di kelola oleh investor dari Singapure menjadi tempat yang sering di kunjungi oleh para wisatawan. Batuta Resort seperti surga kecil Tidak besar sangat sederhana bangun arsitektur bergaya seperti kelong, namun sayang karena sebab yang tidak di ketahui resort tersebut saat ini tidak beroperasi lagi.


Menurut masyarakat di sana pulau Mapur ini di Huni sejak lebih kurang Tahun 1960 mulanya ada 2 rumah saja pada awalnya dan sampai saat ini ada 240 an KK yang tinggal mayoritas adalah Nelayan. Kehidupan yang dinamis, rukun dan harmonis masyarakat setempat begitu hangat terasa. senyuman anak anak yang bermain kelereng dan juga kaum Bapak Bapak yang sedang asyik mempersiapkan "bubu" (alat untuk menangkap ikan). Rumah rumah sederhana di bawah pohon kelapa yang melambai lambai seolah-olah menyambut kedatangan kami di Pulau Mapur.


Bagi masyarakat luar yang ingin mengenal pulau mapur, maka dapat menggunakan transportasi umum yang telah di sediakan dari Pelabuhan Pantai Indah Barek Motor Kijang Pulau Bintan, KM.Mapur indah berlayar memakan waktu sekitar dua jam untuk dari Pelabuhan Pantai Indah Barek Motor Kijang  ke Pulau Mapur.



Baca Juga:

Ekspedisi Pulau Subi Natuna Wilayah Terdepan Indonesia

Wisata Anambas Di Pulau Batu Belah

Pulau Penawar Rindu Pusat Pertama Pemerintahan Pulau Batam

Terunik Kota Terapung di Atas Laut Kepulauan Riau Indonesia

Pulau Serak Dengan Segala Keindahan Panorama Alamnya


Pulau Serak merupakan sebuah Pulau kecil yang terdapat di kawasan kabupaten Lingga provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Indonesia. Pulau Serak The Beauty Island sebagai salah satu lokasi wisata Kabupaten Lingga yang memiliki Potensi dan pesona bahari dengan jarak tempuh dari Pulau Singkep lebih kurang 60 menit menggunakan pompong ( Perahu Nelayan).


Membayangkan keindahan pulau cantik nan eksotis, hamparan batu besar setinggi 5 meter dari permukaan laut biru dengan pasirnya selembut tepung, air laut super jernih dengan warna gradasi dari biru ke hijau tosca, dan lambaian nyiur di tepi pantai? Datanglah ke Pulau Serak.

Anda akan merasa bak hulubalang kerajaan karena menaklukkan sebuah pulau. Ya, pulau Serak ini tak berpenghuni. Pulau serak merupakan wilayah perbatasan bagian tengah paling ujung dari Kabupaten lingga Kecamatan Singkep barat, berbatasan dengan Jambi dan Pulau berhala.


Pada musim tertentu gelombang di pulau Serak sangat tinggi, terkadang turis-turis memanfaatkan gelombang untuk bermain surfing. Meskipun tidak begitu ramai, namun mereka rutin untuk berlibur di pulau Serak ini. Kebanyakan dari mereka menggunakan perahu pribadi yang dibawa dari tempat asal mereka.

Pulau serak juga di manfaatkan nelayan untuk tempat persinggahan di saat mereka istirahat sewaktu menangkap ikan, ada sebagian mereka bermalam dan berteduh di pulau Serak ini. Selain dapat menikmati pemandangan alam yang indah, di pulau Serak ini potensi ikan dan karang yang bagus sangat tepat untuk dijadikan sebagai wisata mancing bagi para pemancing mania.


Di pulau Serak ini terdapat bebatuan besar di sudut-sudut bibir pantai, beberapa batu yang disebut oleh masyarakat adalah batu Tegak dan batu Songkok (peci), yang mana batu tersebut berdiri tegak berhamparan di atas permukaan laut dengan ketinggian batu sekitar 5 Meter. Sedangkan daratannya di tumbuhi pohon kelapa yang meliuk-liuk tertiup angin menambah kedamaian saat Anda berlibur di Pulau Serak, pantai Pulau Serak  yang di genangi air laut jernih dan di tumbuhi terumbu karang di dalamnya menambah indah pemandangan Pulau Serak. Pulau ini masih belum banyak yang tahu, hanya masyarakat di sekitar pulau Serak saja yang mengetahuinya.





Baca Juga:

Menatap Keindahan Pulau Berhala Dari Kota Letung 

Pantai Cakang Pulau Galang Baru Kepulauan Riau Indonesia

Wisata Anambas Di Pulau Batu Belah

Pulau Penawar Rindu Pusat Pertama Pemerintahan Pulau Batam

Terunik Kota Terapung di Atas Laut Kepulauan Riau Indonesia

Simpang Empat Martabak India Nagoya  Batam
Pertumbuhan ekonomi Kota Batam yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional menjadikan wilayah ini andalan bagi pemacu pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun bagi Provinsi Kepulauan Riau. Beragam sektor penggerak ekonomi meliputi sektor komunikasi, sektor listrik, air dan gas, sektor perbankan, sektor industri dan alih kapal, sektor perdagangan dan jasa merupakan nadi perekonomian kota batam yang tidak hanya merupakan konsumsi masyarakat Batam dan Indonesia tetapi juga merupakan komoditi ekspor untuk negara lain.

Keberadaan kegiatan perekonomian di Kota ini juga dalam rangka meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kota Batam sebagai pelaksana pembangunan Kota Batam bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat daerah Kota Batam serta keikutsertaan Badan Otorita Batam dalam meneruskan pembangunan, memiliki komitmen dalam memajukan pertumbuhan investasi dan ekonomi Kota Batam, hal ini dibuktikan dengan adanya nota kesepahaman ketiga instansi tersebut, yang kemudian diharapkan terciptanya pembangunan Kota Batam yang berkesinambungan.

Sebelum  mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, Batam merupakan sebuah pulau kosong berupa hutan belantara yang nyaris tanpa denyut kehidupan. Namun, terdapat beberapa kelompok penduduk yang lebih dahulu mendiami pulau ini. Mereka berprofesi sebagai penangkap ikan dan bercocok tanam. Mereka sama sekali tidak banyak terlibat dalam mengubah bentuk fisik pulau ini yang merupakan hamparan hutan belantara.

Pada tahun 1970-an Batam mulai dikembangkan sebagai basis logistik dan operasional untuk industri minyak dan gas bumi oleh Pertamina. Kemudian berdasarkan Kepres No. 41 tahun 1973, pembangunan Batam dipercayakan kepada lembaga pemerintah yang bernama Otorita Pengembangan Industri Pulau Batam atau sekarang dikenal dengan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Dalam rangka melaksanakan visi dan misi untuk mengembangkan Batam, maka dibangun berbagai insfrastruktur modern yang berstandar internasional serta berbagai fasilitas lainnya, sehingga diharapkan mampu bersaing dengan kawasan serupa di Asia Pasifik.

Beberapa tahun belakangan ini telah digulirkan penerapan Free Trade Zone Batam (FTZ Batam), Bintan, dan Karimun yang mengacu pada UU No 36 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas dan kemudian dirubah beberapa kali melalui PERPU, sehingga di undangkan menjadi UU no 44 tahun 2007. Ada juga Undang-Undang 36 tahun 2000 Tentang " Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2000 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Menjadi Undang Undang serta masih banyak Undang-Undang lainnya yang berkaitan dengan FTZ Batam. Kemudian di saat masa akhir jabatan anggota DPR Pusat tahun 2009, bersama dengan pemerintah pusat dibahas mengenai UU Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan memayungi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus di daerah Batam dan daerah lainnya di Indonesia.

Pulau batam memang di plot dari awal sebagai kota Industri. sehingga dengan penetapan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas ini barang-barang dari luar negri Banyak dibebaskan PPn dan PPN BM nya.

Kabel LISTRIK UNDERGROUND Kalau anda lihat dikota-kota lain di Indonesia, anda akan dihadapkan pada berserakannya kabel-kabel listrik di jalanan yang sangat mengganggu pemandangan. dan jika anda ke batam, anda mungkin tidak akan menemukan hal yang serupa, karena kabel listrik di pusat-pusat kota di Batam sudah ditanam didalam tanah. jadi terlihat sedikit lebih rapi.

Jembatan Barelang adalah nama jembatan yang menghubungkan pulau Batam dengan beberapa pulau lainnya yakni Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Setoko, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. Jembatan Barelang telah menjadi ikon Kota Batam, bahkan telah populer sebagai landmark-nya Pulau Batam.

Apabila Kota Jakarta identik dengan Monas maka orang akan mengidentikan Kota Batam dengan Jembatan Barelang (Barelang Bridge). Nama Jembatan Barelang yang di berikan oleh masyarakat setempat ternyata lebih popular ketimbang nama aslinya yaitu Jembatan Fisabilillah. Nama “Barelang” oleh masyarakat diambil dari nama-nama pulau yang dihubungkan oleh jembatan tersebut; Batam, Rempang, dan Galang. Jembatan Barelang memiliki nama lain, Jembatan Habibie atau Jembatan satu. Dan terdapat 5 jembatan lainnya.





Baca Juga:

Pulau Nikoi The Best Private Island Bintan Kepri

Pemandangan Kota Tarempa Pulau Siantan Anambas

Terunik Kota Terapung di Atas Laut Kepulauan Riau Indonesia

Ekspedisi Pulau Subi Natuna Wilayah Terdepan Indonesia

Pulau Penawar Rindu Pusat Pertama Pemerintahan Pulau Batam


Sebelah kiri Pulau Sambu dan kanan Pulau Penawar Rindu

Belakang Padang merupakan sebuah kawasan terluar di negara republik indonesia, kawasan ini merupakan sebuah kecamatan yang berada dalam pemerintahan kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI).

Sebelum Pulau Batam dikelola oleh Pertamina tahun 1971  yang selanjutnya di ambil alih Otorita Batam (OB), Belakang Padang sudah lebih dahulu di kenal di bandingkan Pulau Batam, bagi para pelaut internasional nama Belakang Padang sudah tidak asing.

Area Belakang Padang berada di antara perairan Selat Malaka dan selat Singapura, yaitu terletak di jalur pelayaran internesional (Selat Philips). Dengan luas lautan lebih besar dari luas daratannya, terdapat lebih dari seratus pulau besar maupun pulau kecil di dalam kawasan administrativ  Belakang Padang, dan sebanyak 47 pulau di antaranya sudah dihuni.

Kalau berbicara tentang belakang padang yang berada di dalam pemerintahan kota batam (Pemko Batam), maka tidak lepas dari Pulau Penawar Rindu yang merupakan area pertama dan tertua dalam jajaran pemerintahan Pulau Batam, sekaligus sebagai Ibu Kota kecamatan Batam pada masa itu. Di pulau Penawar Rindu  masih terdapat bekas gedung pemerintahan sebelum akhirnya di pindahkan ke pulau Batam.



Pulau Penawar Rindu termasuk pulau yang paling padat penduduk diantara pulau-pulau lainnya yang ada dalam kawasan Belakang Padang, pulau yang hanya berukuran 68,4 km² namun memiliki fasilitas yang tergolong sangat lengkap diantara pulau -pulau yang ada di Belakang Padang seperti hotel/penginapan, rumah makan dan sarana umum lainnya.

Seperti daerah lain Pulau Penawar Rindu juga memiliki pantai yang dapat anda kunjungi yaitu Pantai Pasir Putih,Pantai Pasir Putih Pulau Penawar Rindu merupakan salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjungi oleh pelancong. Tidak hanya para wisatawan lokal yang berasal dari pulau-pulau sekitar di wilayah Kota Batam, namun juga dikunjungi oleh pelancong dari Malaysia dan Singapure.


Dari Pelabuhan Kuning pulau Penawar Rindu Anda juga dapat menikmati pemandang Selat Malaka yang berakhir pada panorama Singapura dengan deretan gedung pencakar langitnya, juga di depan Pelabuhan Kuning pulau Penawar Rindu ini juga ada Pulau Sambu yang merupakan terminal BBM milik Pertamina yang menambah indahnya pemandangan.


Sarana transportasi utama menuju Pulau Penawar Rindu adalah perahu Pancung. Perahu kecil ini mampu mengangkut 10 sampai 15 orang penumpang. Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Pulau Penawar Rindu dapat membeli tiket dari Pelabuhan Pancung Sekupang Pulau Batam dan menikmati sensasi menaiki perahu Pancung selama kurang lebih 35 menit. Transportasi laut ini memang menjadi keunikan sendiri, selama perjalanan penumpang dapat merasakan sejuknya angin laut dan pemandangan pulau-pulau kecil di kawasan Belakang Padang Kepulauan Riau.

Jika Anda ingin menikmati pemandangan laut di kawasan belakang padang anda dapat menyewa perahu pancung, terdapat banyak tempat-tempat wisata di kawasan belakang padang yang dapat anda kunjungi seperti Kawasan Wisata Funtasy Island yang merupakan Eco Theme Park terbesar di dunia yang berlokasi di kawasan Belakang Padang yang tidah jauh dari pulau Penawar Rindu.

Pulau-pulau lain yang berada di kawasan Belakang Padang masih banyak dan tidak kalah serunya untuk anda kunjungi seperti: Pulau Sambu,Pulau Dendang,Pulau Lengkana,Pulau Meriam,Pulau Tolop,Pulau Suwe,Pulau Air Manis,Pulau Jagung,Pulau Sekilak, Pulau Leroi, Pulau Layang Besar,Pulau Tapung, Pulau Suba, Pulau Nirup, Pulau Mercan Besar, Pulau Sarang, Pulau Semakau, Pulau Serapat, Pulau Negeri, Pulau Penyalang, Pulau Bertam, Pulau Lingke, Pulau Padi, Pulau Bakau, Pulau Pemping, Pulau Labum Besar, Pulau Labum Kecil, Pulau Kasu, Pulau Batu Ampar, Pulau Lumba, Pulau Sei Cudung, Pulau Pelangi, Pulau Ketapah, Pulau Katung, Pulau Buntung, Pulau Tandut, Pulau Panjang, Pulau Sali, Pulau Kepala Jeri, Pulau Ladang, Pulau Pecung, Pulau Dandan, Pulau Cumin, Pulau Semukir, Pulau Santo, Pulau Bayan, Pulau Paloi Kecil, Pulau Paloi Besar, Pulau Terong, Pulau Teluk Bakau, Pulau Telan, Pulau Ketumbar, Pulau Kepala Gading,Pulau Geranting, Pulau Pecong dan Lain-lainya.

Trimakasih atas Kunjungan Anda Jika bermanfaat tolong bagikan artikel Pulau Penawar Rindu Pusat Pertama pemerintahan Pulau Batam ini. Semoga Bermanfaat.




Baca Juga:

Funtasy Island Beach club dan Love Island

Pulau Nikoi The Best Private Island Bintan Kepri

Pemandangan Kota Tarempa Pulau Siantan Anambas

Terunik Kota Terapung di Atas Laut Kepulauan Riau Indonesia

Ekspedisi Pulau Subi Natuna Wilayah Terdepan Indonesia

Sayuti

Borang Maklumat Hubungan

Nama

E-mel *

Mesej *

Dikuasakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget